Sejarah Berdirinya Kerajaan Islam Demak Di Pulau Jawa

    No Comments Uncategorized

    Selain itu, penolakan terhadap kejayaan Kerajaan Majapahit di Jawa Timur juga mendukung kemajuan perkembangan Kerajaan Demak. Kerajaan Demak adalah salah satu pusat pengembangan Islam di Indonesia, oleh karena itu, wilayah ini dikunjungi oleh berbagai bidang kehidupan untuk mempelajari agama. Kegiatan ekonomi Kerajaan Demak juga telah maju karena mobilitas penduduk antar pulau.

    Sejarah Berdirinya Kerajaan Islam Demak Di Pulau Jawa

    Penyebar agama Islam dan pendukung pembentukan Kerajaan Demak adalah wali yang dikenal sebagai Wali Songo. Dalam menyebarkan agama Islam, para administrator ini sering menggunakan saran seni di media dakwah mereka, sehingga di era Kerajaan Wayang seni wayang berkembang dengan sangat cepat. Salah satu seni ini adalah wayang kulit. Seni Jawa dipadukan dengan budaya Arab untuk menghasilkan seni budaya Demak yang unik.

    Perpaduan budaya Jawa dan Islam

    Kehidupan sosial masyarakat Demak telah diatur oleh hukum yang berlaku dalam ajaran Islam. Namun, peraturan ini tidak hanya meninggalkan tradisi lama untuk sistem kehidupan sosial masyarakat yang telah dipengaruhi oleh Islam untuk muncul. Sifat agama Islam yang demokratis dan fleksibel memberikan kesempatan bagi masyarakat Demak untuk mengembangkan pekerjaan mereka.

    Pada awalnya, Kerajaan Demak adalah wilayah Kerajaan Majapahit karena Raden Patah, pendiri Kerajaan Demak, adalah putra Raja Brawijaya V Majapahit. Setelah Raden Patah wafat, ia digantikan oleh Pati Unus, yang dikenal sebagai Pangeran Sabrang Lor. Pengganti untuk Pati Unus adalah Sultan Trenggono. Kita bisa belajar dari garis keturunan penguasa kerajaan Demak melalui makam keluarga kerajaan di kompleks Masjid Demak.

    Sultan Trenggono adalah raja terhebat yang pernah memerintah Kerajaan Demak. Pada masa pemerintahannya, wilayah Demak meliputi seluruh pulau Jawa, Sumatra selatan, Kalimantan (Kotawaringin dan Banjar) dan Selat Malaka. Setelah Sultan Trenggono meninggal pada 1546 dalam pertempuran di wilayah Pasuruan, Kerajaan Demak mengalami kemunduran. Akhirnya, menantu Sultan Trenggono, Joko Tingkir, berhasil menduduki takhta dan memindahkan pusat kerajaan Demak ke Pajang.

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *